Blog Entries
Wenger Tak Percaya Kritik Pengaruhi Permainan Ozil
Category: detiksport
Tags: detiksport

detiksport - Pelatih Arsenal, Arsene Wenger mengatakan bahwa dirinya tak yakin bahwa kritik yang datang bertubi-tubi telah mengubah permainan Mesut Ozil.

Ozil memang tak sekali dua kali saja mendapatkan kritik karena performanya yang tak konsisten bersama Arsenal. Selain karena dinilai terlalu 'gemulai' dalam permainannya, dia juga dianggap terlalu malas merebut bola dan membantu pertahanan.

Namun dalam beberapa pertandingan terakhir, performa Ozil telah banyak mendapatkan pujian. Setelah melawan Spurs, Ozil kembali bersinar saat The Gunners mengalahkan Huddersfield Town di Emirates, lima gol tanpa balas.

Pada pertandingan tersebut, Arsenal mencetak gol lewat aksi-aksi dari Alexandre Lacazette, Olivier Giroud (dua gol), Mesut Ozil dan Alexis Sanchez. Ozil sendiri mencetak satu gol dan dua assist pada pertandingan tersebut.

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Wenger ditanya apakah performa Ozil yang membaik ini dipengaruhi oleh kritik yang dialamatkan kepadanya atau tidak.

"Saya tak tahu, anda harus menanyakan itu pada Ozil. Saya pikir setiap orang ingin untuk diakui kualitas mereka dan penilai kadang-kadang begitu buruk dalam sebuah pekerjaan sepakbola, tapi secara keseluruhan saya yakin mayoritas orang menyukainya dan selalu mencintainya," ujarnya.

"Saya tak percaya Ozil perlu dibawa dalam permainan lebih untuk menampilkan performa terbaiknya karena ketika anda lihat penguasaan bola selama laga, tak peduli laga apa itu, dia selalu ingin bola, dia tak pernah bersembunyi dan tak pernah menjadi sosok yang bersembunyi di balik lawan dan tak benar-benar menginginkan bola," sambungnya.

"Dia selalu tersedia. Tapi tentu, ketika anda bermain sepakbola anda memiliki pemain lain dan ketika anda didominasi anda menyentuh bola sedikit, tapi ketika kami memenangkan bola, dia selalu ingin bola," tandasnya. detiksport

Roma Mengacaukan Kemenangannya Sendiri
Category: detiksport
Tags: detiksport

detiksport AS Roma gagal menang atas Genoa usai Daniele De Rossi dikartu merah akibat kesalahan yang tak perlu. Roma dinilai naif karena mengacau saat sedang unggul.

Roma hanya membawa pulang satu poin dari lawatannya ke Stadio Luigi Ferraris, Minggu (26/11/2017) malam WIB. Sempat unggul lebih dulu lewat gol Stephan El Shaarawy, Giallorossi akhirnya harus puas dengan hasil akhir 1-1.

Petaka untuk Roma terjadi di menit ke-70. De Rossi tertangkap kamera menarik kaus dan menampar wajah Gianluca Lapadula saat keduanya ada di kotak penalti Roma dalam situasi sepak pojok.

 

Setelah meninjau dengan VAR, wasit tak ragu untuk mengacungkan kartu merah kepada De Rossi. Wasit juga menghadiahkan tendangan penalti untuk Genoa yang dieksekusi dengan sempurna oleh Lapadula.

Di Francesco pun amat menyayangkan kesalahan serta kegagalan Roma mengamankan poin penuh. Roma disebutnya telah membuang dua poin berharga dari laga ini.

"Genoa memaksa kami bermain dalam tempo lambat, karena mereka bertahan dan menunggu untuk menyerang balik," Di Francesco mengatakan kepada Mediaset Premium seperti dikutip Football Italia.

"Kami bekerja dengan baik untuk memecah kebuntuan, tapi kemudian harus membayar mahal kesalahan naif, bukan hanya karena penalti, tapi juga karena kami harus bermain dengan 10 orang."

"Ini disayangkan, karena kami mengacau di sini. Kami semakin baik dan kami sadar akan itu, jadi ini adalah dua poin yang terbuang."

"Tidak mudah untuk bermain di Marassi. El Shaarawy kurang tajam tak seperti biasanya di sisi kiri dan Diego Perotti kepayahan. Jika kami ingin menemukan kata sifat untuk tim hari ini, itu adalah naif, bukan arogan," Di Francesco melanjutkan. detiksport

"Pertandingan ada di jalurnya, kami memegang kendali, dan itu bukan umpan silang berbahaya dari sepak pojok, jadi kami mengacaukan rencana kami sendiri," dia menambahkan.

Montella Akui Bicara Dengan Lippi Soal Latih Italia
Category: detiksport
Tags: detiksport

detiksport Pelatih AC Milan, Vincenzo Montella mengatakan bahwa dia berbicara dengan Marcello Lippi tentang pekerjaan timnas Italia, namun tak ada yang lebih dari itu.

Presiden FIGC, Carlo Tavecchio mengundurkan diri dari jabatannya hari ini setelah banyak tuntutan datang usai Italia gagal lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1958.

Dan dalam konferensi pers yang emosional, Tavecchio bersikeras bahwa Lippi yang menginginkan Giampiero ventura sebagai pelatih tim nasional. Ventura sendiri telah dipecat dari jabatannya setelah kekalahan dari Swedia di play-off.

Sebelumnya dikatakan oleh Presiden CONI, Giovanni Malago bahwa Lippi seharusnya menjadi direktur teknik, namun tak bisa mengambil peran itu karena pekerjaan anaknya sebagai agen bisa menimbulkan konflik kepentingan.

Malago saat itu juga mengatakan bahwa Lippi berbicara dengan beberapa nama kandidat pelatih, salah satunya Montella sebelum merekomendasikan nama Ventura.

"Saya berbicara dengan Lippi," ujar Motella memastikan. detiksport

"Itu terjadi pada akhir musim 2015-2016, ada pertukaran ide. Tapi hanya itu saja, tak lebih," tandasnya.

Agen Pastore Minta Inter Milan Ajukan Penawaran
Category: detiksport
Tags: detiksport

detiksport Agen pemain, Marcelo Simonian, mendesak Inter Milan untuk segera mengajukan penawaran pada kliennya yang tengah bermain di PSG, Javier Pastore.

Usai tak mendapat tempat utama di Parc des Princes musim ini, Pastore berulangkali dikaitkan dengan rencana transfer ke Premier League maupun Serie A.

Chelsea dan Liverpool sempat disebut berminat dengan servis pemain 28 tahun, namun Simonian belum lama ini mendesak Inter untuk mencoba mendapatkan tanda tangan pemain asal Argentina.

Simonian mengatakan di FC Inter News: "Luciano Spalletti adalah pelatih hebat, terbaik di Italia. Mendatangkan Pastore akan menjadi kesempatan bersejarah bagi Nerazzurri untuk kembali ke masa kejayaan mereka."

"Kita tunggu saja apakah para pemilik klub dari Tiongkok bisa melakukan kesepakatan dan memanfaatkan kesempatan fenomenal ini." detiksport

Pastore sebelumnya pernah merasakan atmosfer bermain di Serie A bersama Palermo, sebelum pindah ke PSG di 2011.

Panen Kritik, Manajer Spurs Malah Merasa Puas
Category: detiksport
Tags: detiksport

detiksport Bos Tottenham, Mauricio Pochettino, mengatakan bahwa ia ingin para pemainnya untuk melewati semua proses perkembangan mereka, termasuk di antaranya mendapat kritik atas penampilan di atas lapangan.

Akhir pekan lalu, Arsenal menggilas Spurs 2-0 dalam pertandingan derby London Utara yang berlangsung di Emirates, di mana banyak pengamat menilai para pemain kunci Pochettino tampil di bawah form.

Namun terlepas dari kekalahan tersebut, Pochettino mengklaim bahwa hal itu merupakan bagian dari proses pembelajaran para pemainnya, yang menelan kekalahan dari Arsenal untuk kali pertama di liga sejak 2014.

"Proyek kami memiliki jangka waktu menengah hingga panjang. Proyek kami bertujuan untuk menang. Saya bahagia dengan orang-orang yang mengkritik kami, karena itu artinya mereka mengharap lebih dari kami," tuturnya di Sportsmole.

"Hal tersebut penting, karena kami harus merasakan tekanan. Kami juga harus tetap tenang. Kami tahu bahwa sejak dua setengah tahun lalu kami mengalami banyak perkembangan. Setiap tim di posisi enam besar selalu kesulitan menghadapi satu sama lain." detiksport

Spurs akan berharap bisa bangkit ke jalur kemenangan ketika mereka menghadapi Borussia Dortmund di Liga Champions pekan ini. 

Lippi Geram Disebut Yang Pilih Ventura Jadi Pelatih Italia
Category: detiksport
Tags: detiksport

detiksport Marcello Lippi menuduh Carlo Tavecchio memiliki ingatan yang pendek atas Giampiero Ventura, namun mengakui bahwa dia berbicara dengan beberapa nama pelatih untuk pekerjaan tim nasional Italia.

Dalam konferensi pers saat mengundurkan diri dari jabatan presiden FIGC, Tavecchio mengatakan bahwa Lippi adalah sosok yang memilih Ventura sebagai pelatih tim nasional.

Giampiero Ventura sendiri ditunjuk sebagai pelatih Italia menggantikan Antonio Conte usai Euro 2016 lalu, namun pada pekan lalu dia dipecat karena gagal membawa Italia ke Piala Dunia 2018.

Setelah dituduh sebagai sosok yang bertanggung jawab atas penunjukan Ventura sebagai pelatih, Lippi mengatakan bahwa dia hanya berbicara dengan para kandidat dan menyerahkan hasil pembicaraannya itu kepada FIGC dan CONI.

Sebelumnya, Presiden CONI, Giovanni Malago juga mengatakan bahwa Lippi adalah sosok yang merekomendasikan nama Ventura sebagai pelatih.

"Saya sangat sedih untuk kegagalan Italia, sebagaimana semua orang Italia, tapi terutama untuk melihat Buffon, Chiellini, De Rossi dan Barzagli tertunduk seperti itu," ujarnya.

"Saat ini, semua yang dibicarakan orang adalah Marcello Lippi. Kemarin itu Malago dan hari ini Tavecchio. Ini terlihat bagi saya bahwa dia punya ingatan pendek," tambahnya.

"Apa yang Malago katakan adalah benar, kecuali satu hal: saya tak memilih pelatih. Saya makan malam dengan Malago dan Tavecchio, dan saya ditawari untuk menjadi direktur teknik tim nasional. Saya memulainya, tidak secara resmi, untuk bicara dengan beberapa pelatih. Saya bicara dengan tiga orang, Ventura, Montella dan Gasperini, tapi saya berkata, 'Presiden yang akan memilih pelatih'" terangnya. detiksport

"Tavecchio lalu menjawab, "Saya akan memilih Ventura karena usianya dan kebijaksanaannya. Saya tak memilih pelatih, itu tak benar," tandasnya.

Guardiola Sebut Manchester City Tengah Dinanti Ujian Berat
Category: detiksport
Tags: detiksport

detiksport Josep Guardiola mengatakan bahwa Manchester City tengah dinanti ujian berat menjelang jadwal padat pertandingan hingga awal tahun 2018 mendatang.

City baru saja menang 2-0 atas Leicester City pekan lalu dan mereka kini duduk di puncak klasemen Premier League dengan keunggulan delapan poin, usai tak terkalahkan di 12 pertandingan.

Di Liga Champions, The Citizens mencatat empat kemenangan di Grup F dan telah memastikan lolos ke babak 16 besar dengan dua pertandingan tersisa.

Namun demikian, Guardiola menyebut klubnya akan segera memasuki periode sulit, di mana mereka akan memainkan 12 pertandingan sebelum akhir tahun ini.

"Kami tak punya skuat yang terlalu besar. Sangat disayangkan kami sebelumnya kehilangan Vincent Kompany selama satu setengah bulan dan sekarang John Stones," tuturnya di FFT.

"Untuk bisa memenangkan gelar juara, kami membutuhkan seluruh skuat, terutama pemain penting seperti John dan Vinny." detiksport

"Di sisi lain, kami punya kesempatan. Kami harus memainkan 12 pertandingan dalam waktu singkat dengan hanya tiga bek tengah dan salah satunya, Vincent, memiliki resiko tinggi karena dia baru pulih dari cedera."

RSS

Recent Comments
No one has commented recently

This website is powered by Spruz